Komunika Review
https://khafatrustpublisher.com/index.php/jskdpi
imamen-USKomunika Review3110-8083Komunikasi Antar Umat Beragama Dalam Mewujudkan Sikap Toleransi Beragama Di Kelurahan Sungai Nibung Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat
https://khafatrustpublisher.com/index.php/jskdpi/article/view/7
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena unik di Kelurahan Sungai Nibung, di mana dalam satu wilayah yang relatif kecil terdapat tiga jenis tempat ibadah yang berbeda (masjid, gereja, dan klenteng/vihara), namun masyarakatnya mampu hidup berdampingan secara harmonis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola komunikasi antar umat beragama dalam mewujudkan sikap toleransi, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung komunikasi tersebut di Kelurahan Sungai Nibung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar umat beragama di Kelurahan Sungai Nibung berlangsung melalui tiga pola utama, yaitu komunikasi dari atas ke bawah yang diinisiasi pemerintah melalui forum Penggerak Kerukunan Umat Beragama (PKUB), komunikasi dari bawah ke atas yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, dan komunikasi horizontal yang terwujud dalam aksi saling membantu antarumat beragama. Faktor penghambat komunikasi meliputi sifat egois dan pemahaman keagamaan yang dangkal, sikap saling curiga, serta ketidaksukaan terhadap cara beragama kelompok lain. Adapun faktor pendukungnya adalah adanya program pemerintah yang kuat, kesadaran masyarakat yang tinggi, sikap saling mengakui hak, dan terjalinnya komunikasi yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi dinamis dan partisipatif yang dilandasi komunikasi efektif menjadi kunci keberhasilan masyarakat Kelurahan Sungai Nibung dalam menjaga kerukunan di tengah kemajemukan</p>Abu Bakar Sidik
Copyright (c) 2026 Komunika Review
2026-05-072026-05-07112538Komunikasi Interpersonal Antara Bidan Desa dengan Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak (Studi di Posyandu Nusa Indah III Parit Kerbau Desa Bunga Tanjung Kecamatan Betara)
https://khafatrustpublisher.com/index.php/jskdpi/article/view/9
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal antara bidan desa dengan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting pada anak di Posyandu Nusa Indah III Parit Kerbau Desa Bunga Tanjung Kecamatan Betara. Fokus penelitian mencakup metode komunikasi yang digunakan, hambatan yang terjadi, serta upaya mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Desa, Ahli Gizi, Ketua Kader, dan empat ibu hamil, serta dokumentasi kegiatan posyandu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara bidan desa dan ibu hamil dilaksanakan melalui lima metode: edukasi tentang kesehatan kehamilan dan gizi seimbang, metode curah pendapat menggunakan Buku KIA, pengenalan faktor-faktor penyebab stunting, pengarahan tentang perawatan kehamilan dan persiapan persalinan, serta pemberian dukungan emosional. Hambatan yang dihadapi meliputi hambatan bahasa akibat penggunaan istilah medis dan perbedaan bahasa daerah, rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil, keterbatasan waktu pelaksanaan posyandu yang hanya sekali sebulan dengan penggabungan kelas, serta perbedaan budaya dan kepercayaan masyarakat. Upaya mengatasi hambatan dilakukan dengan menyederhanakan bahasa medis dan memanfaatkan kader sebagai jembatan komunikasi, memberikan pemahaman berkelanjutan tentang stunting, membuka akses konsultasi melalui kunjungan rumah dan WhatsApp Group, serta melakukan pendekatan personal melalui kelas ibu hamil interaktif dan pendampingan keluarga berisiko stunting. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model komunikasi kesehatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat pedesaan</p>refnita aulia
Copyright (c) 2026 Komunika Review
2026-05-072026-05-07115572Pola Komunikasi Antar Pribadi Pecinta Klub Sepakbola Chelsea di Kuala Tungkal
https://khafatrustpublisher.com/index.php/jskdpi/article/view/6
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal, mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi, serta menemukan solusi yang diterapkan oleh pecinta klub sepakbola Chelsea di Kuala Tungkal yang tergabung dalam Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) Regional Kuala Tungkal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur dan mendalam kepada enam informan (Ketua dan lima anggota CISC), serta dokumentasi profil dan kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal yang diterapkan mencakup enam bentuk: sikap saling mendukung, saling tersenyum, sikap empati, keterbukaan, berdiskusi, serta saling tegur menegur. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan pengalaman antara anggota senior dan junior, perbedaan persepsi yang menyebabkan kesalahpahaman, perbedaan kultur dalam cara berbicara dan nada suara akibat keberagaman latar belakang suku dan budaya anggota, serta gangguan jaringan yang menyebabkan keterlambatan penyampaian informasi. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah berbagi dan menyatukan pengalaman menjadi ide atau gagasan bersama, menyatukan persepsi, saling memahami dan mendukung, mengenali lawan bicara sebelum berkomunikasi, serta mengirimkan informasi lebih awal untuk mengatasi gangguan jaringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif dalam komunitas suporter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang dinamis, adaptif, dan berkelanjutan yang dipengaruhi oleh konteks lokal dan karakteristik anggota komunitas</p>Adri Prayudi
Copyright (c) 2026 Komunika Review
2026-05-072026-05-0711124Peran Da’i Desa Terhadap Kesadaran Masyarakat Yang Tidak Menutup Aurat Di Desa Tungkal IV Desa Kecamatan Seberang Kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat
https://khafatrustpublisher.com/index.php/jskdpi/article/view/8
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Da'i Desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menutup aurat, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta mendeskripsikan solusi mengatasi hambatan tersebut di Desa Tungkal IV Desa Kecamatan Seberang Kota. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masyarakat yang masih belum menutup aurat dalam keseharian, di mana menutup aurat dipahami sekadar budaya yang dilakukan hanya pada kegiatan tertentu seperti pengajian atau yasinan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan kepala desa, da'i desa, ketua masjid, ketua majelis ta'lim, dan jamaah, serta studi dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Da'i Desa menjalankan tiga peran strategis: sebagai muballigh yang menyampaikan pesan dakwah tentang kewajiban menutup aurat dengan menjelaskan dalil dan hikmahnya; sebagai mu'allim yang mengajarkan pemahaman keagamaan secara sistematis melalui kajian kitab Fathul Mu'in di majelis ta'lim dan pengajian rutin; serta sebagai mu'addib yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan akhlakul karimah melalui keteladanan pribadi. Hambatan yang dihadapi meliputi faktor lingkungan (pengaruh teman sebaya, keberagaman suku dan bahasa, perbedaan pendidikan), faktor ekonomi (kesibukan masyarakat sebagai petani dan pekebun), dan faktor budaya (tradisi mandi pengantin dan mandi 7 bulanan yang melibatkan keterbukaan aurat). Solusi yang diterapkan meliputi memperbanyak kegiatan keagamaan di berbagai waktu dan tempat, menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, serta memberikan nasehat secara perlahan dengan bahasa halus ketika mengoreksi tradisi budaya. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan strategi dakwah yang responsif terhadap kondisi sosial-ekonomi-budaya masyarakat desa</p>irhami
Copyright (c) 2026 Komunika Review
2026-05-072026-05-07113954Strategi Komunikasi Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Mensukseskan Program Pembangunan Di Desa Sungai Asam
https://khafatrustpublisher.com/index.php/jskdpi/article/view/10
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Kepala Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat mensukseskan program pembangunan di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam dengan informan yang meliputi Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, Ketua RT, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa menerapkan lima strategi komunikasi utama, yaitu musyawarah, mendengarkan aspirasi masyarakat, komunikasi persuasif, komunikasi partisipatif, dan dialog. Kelima strategi ini diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan pembangunan, sehingga masyarakat merasa dilibatkan dan memiliki rasa kepemilikan terhadap program pembangunan. Kendala yang dihadapi terdiri atas kendala teknis (keterbatasan anggaran dana, peralatan, dan pendistribusian bahan bangunan) dan kendala situasional (ketidakikutsertaan sebagian masyarakat dalam gotong royong dan kurangnya perhatian terhadap hasil pembangunan). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi pemerataan anggaran, pengadaan peralatan desa sebagai aset jangka panjang, koordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran distribusi bahan, serta pendekatan komunikasi langsung oleh Kepala Desa yang terbukti efektif secara psikologis dalam mendorong partisipasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi pembangunan dan memberikan implikasi praktis bagi pemerintah desa dalam merancang strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.</p>muhammad Randi
Copyright (c) 2026 Komunika Review
2026-05-072026-05-07117387