Pola Komunikasi Antar Pribadi Pecinta Klub Sepakbola Chelsea di Kuala Tungkal
Keywords:
Komunikasi Interpersonal, Pola Komunikasi, Komunitas Sporter, CISC, Chelsea FCAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal, mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi, serta menemukan solusi yang diterapkan oleh pecinta klub sepakbola Chelsea di Kuala Tungkal yang tergabung dalam Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) Regional Kuala Tungkal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur dan mendalam kepada enam informan (Ketua dan lima anggota CISC), serta dokumentasi profil dan kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal yang diterapkan mencakup enam bentuk: sikap saling mendukung, saling tersenyum, sikap empati, keterbukaan, berdiskusi, serta saling tegur menegur. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan pengalaman antara anggota senior dan junior, perbedaan persepsi yang menyebabkan kesalahpahaman, perbedaan kultur dalam cara berbicara dan nada suara akibat keberagaman latar belakang suku dan budaya anggota, serta gangguan jaringan yang menyebabkan keterlambatan penyampaian informasi. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah berbagi dan menyatukan pengalaman menjadi ide atau gagasan bersama, menyatukan persepsi, saling memahami dan mendukung, mengenali lawan bicara sebelum berkomunikasi, serta mengirimkan informasi lebih awal untuk mengatasi gangguan jaringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif dalam komunitas suporter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang dinamis, adaptif, dan berkelanjutan yang dipengaruhi oleh konteks lokal dan karakteristik anggota komunitas