Komunikasi Interpersonal Antara Bidan Desa dengan Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak (Studi di Posyandu Nusa Indah III Parit Kerbau Desa Bunga Tanjung Kecamatan Betara)
Keywords:
Komunikasi Interpersonal, Bidan Desa, Ibu Hamil, Pencegahan Stunting, PosyanduAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal antara bidan desa dengan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting pada anak di Posyandu Nusa Indah III Parit Kerbau Desa Bunga Tanjung Kecamatan Betara. Fokus penelitian mencakup metode komunikasi yang digunakan, hambatan yang terjadi, serta upaya mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Desa, Ahli Gizi, Ketua Kader, dan empat ibu hamil, serta dokumentasi kegiatan posyandu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara bidan desa dan ibu hamil dilaksanakan melalui lima metode: edukasi tentang kesehatan kehamilan dan gizi seimbang, metode curah pendapat menggunakan Buku KIA, pengenalan faktor-faktor penyebab stunting, pengarahan tentang perawatan kehamilan dan persiapan persalinan, serta pemberian dukungan emosional. Hambatan yang dihadapi meliputi hambatan bahasa akibat penggunaan istilah medis dan perbedaan bahasa daerah, rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil, keterbatasan waktu pelaksanaan posyandu yang hanya sekali sebulan dengan penggabungan kelas, serta perbedaan budaya dan kepercayaan masyarakat. Upaya mengatasi hambatan dilakukan dengan menyederhanakan bahasa medis dan memanfaatkan kader sebagai jembatan komunikasi, memberikan pemahaman berkelanjutan tentang stunting, membuka akses konsultasi melalui kunjungan rumah dan WhatsApp Group, serta melakukan pendekatan personal melalui kelas ibu hamil interaktif dan pendampingan keluarga berisiko stunting. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model komunikasi kesehatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat pedesaan